Jumat, 06 Oktober 2017

Kia Sportek Ogah Datangkan Grand Sedona Versi Diesel

Kia Sportek Ogah Datangkan  Grand Sedona Versi Diesel 

Kia Sportek Ogah Datangkan  Grand Sedona Versi Diesel 

AGENPOKER
.|Kia sportek ogah datangkan grand sedona versi diesel karena ada yg berbeda di mesin diesel tersebut.Ada yang mengatakan mesin diesel bisa lebih hemat dari sisi biaya operasional dibandingkan mesin berbahan bakar bensin. Namun justru ternyata mobil berbahan bakar diesel lah yang dari sisi teknologi lebih mahal dari mesin bensin.

Hal itu membuat para produsen mobil yang memasarkan produknya di Indonesia tak ingin menambah jajaran mobil dengan versi diesel itu. Seperti misalnya MPV buatan Korea Selatan Kia Grand Sedona saat ini masih mengusung mesin berbahan bakar bensin 3.3 L V6 MPI Quad CVVT. Padahal di negara asalnya terdapat versi dieselnya.

"Di Korea sudah ada, tapi dalam memasarkan produk kita mesti lihat secara psikologi brand Kia itu bia diterima sampai harga berapa. Sebenarnya dengan Sedona mesin bensin seharga Rp 550 juta saja bagi kita ada sedikit tanda tanya orang masih bisa terima nggak sih brand Korea dengan harga segitu, berbeda dengan brand Jepang," tutur Brand Development General Manager Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto.

"Nah hubunganya dengan mesin diesel, secara teknologi dan kualitas dan cost lebih mahal dari pada mesin bensin," jelas Harry lagi.

Bukan hanya itu, pasar Indonesia dinilai lebih cocok menggunakan mesin bensin dibandingkan mesin diesel.

Orang Indonesia masih berpikir konvensional, presentasenya saja jauh beda antara
bensin dan diesel itu 1:5 kuota penjualnnya. Karena orang Indonesia itu masih terdukasi bahwa diesel itu perawatannya sulit, mogok juga susah, berisik dan getaran kencang

Kamis, 05 Oktober 2017

Kakak SepupuKu Mengajarin Aku Seks ♥

Kakak SepupuKu Mengajarin Aku Seks ♥

Kakak SepupuKu Mengajarin Aku Seks ♥

AGENPOKER.|Sebelum membaca cerita silahkan siapkan tisu terlebih dahulu,selamat menikmati
Kejadian ini nyata kualami yang terjadi antara aku dan kakak sepupuku yang bernama kak Rini. Menurutku kak Rini orangnya sangat cantik dan seksi. Waktu itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 1, dimana saat itu aku masih terlihat sangat polos. Sedikit aku ceritakan tentang diriku. Aku memiliki tubuh kekar, TB 165cm, kulit sawo matang dengan wajah pas-pasan. Sedangkan kak Rini orangnya cantik, putih, body langsing ditambah lagi lesung pipinya yang membuat semakin terlihat manis.

Pada saat itu sedang liburan sekolah. Aku dan keluarga berlibur di kampung halaman yang berada di Sumut tepatnya di kota PS. Ini merupakan liburan yang kesekian kalinya di PS. Seperti biasanya kalo sampai di kota tersebut kami dijemput sama paman dan bibik yang kebetulan tinggal di kota tsb dan biasanya kami akan menginap dulu di rumah mereka baru nanti menuju ke desa nenekku yang jaraknya masih 2jam dari kota PS.
Aku sangat senang kalo diajak menginap di rumah mereka karena rumahnya sangat mewah. Sekilas tentang keluarga pamanku, mereka berdua adalah seorang pengusaha yang sukses. Mereka memiliki seorang anak yang sudah kuliah orang itu yang kusebut dengan kak Rini.

Setibanya di rumah pamanku, aku agak kecewa karena di rumah tak ada siapa-siapa, kebetulan kak Rini sedang di kampus yang jaraknya lumayan jauh dengan rumah bibi. Padahal aku sangat kangen sekali sama kak Rini. Tapi untungnya aku lagi hoki, tiba-tiba bibiku menelpon kak Rini dan bilang kali kami lagi berada di rumah mereka. Spontan kak Rini kaget karena sebelumnya ayahku ga ngasih kabar dulu kalo mau pulkam. Mendengar itu kak Rini langsung bilang kalo dia akan pulang ke rumah hari itu juga. Kebetulan kami tadi nyampe di rumah bibiku pukul 6 pagi jadi masih bisa ketemu sama kak Rini pada hari itu juga.
Tak sabar aku untuk segera bertermu dengan kak Rini. Sambil menunggu kedatangannya aku segera mandi dan bersih-bersih dulu supaya kelihatan segar dan tampan. Selesai mandi aku ketiduran sekitar hampir jam 2 siang tiba-tiba ada yang membangunkanku,
“Sek..dek bangun donk udah siang makan dulu yuks kamu ga kangen apa sama kakak?”
Kaget setangah mati aku dibuatnya, ternyata yang membangunkanku adalah kak Rini, spontan aku langsung bangun sambil mengusap-usap mukaku yang sembab.

Rini : “Cuci muka dulu sana” kata kak Rini.
Aku : “Iya kak…kapan kakak datang?” kataku.
Rini : “Udah sekitar satu jam yang lalu” jawabnya.
Sesudah cuci muka aku kembali ke tempat tidur dan berbincang dengan kak Rini
Aku : “Emang kuliahnya ga libur ya kak?”
Rini : “Libur sih dek, tapi kakak masih ada kegiatan. Berhubung kakak tau kamu sama paman datang jadi kakak bela-belain pulag deh”
Aku : “Itu baru baru kakakku, jadi aku kan ada yang nemenin main disini…hehehhe…”
Rini : “Dasar kamu, main terus yang dipikirkan…ya udah yuk kita turun makan bersama”
Aku dan kak Rini turun menuju meja makan.
Aku : “Yang lain pada kemana kak, kog sepi?”
Rini : “Oh mereka lagi pada pergi jalan-jalan, kakak disuruh di rumah untuk nemenin kamu…ya udah kita makan yuk kakak udah laper nih”
Aku : “Selesai makan kita ngapain kak, masak mau tidur lagi bosen donk”
Rini : “Gimana kalo kita main video game aja”
Aku : “Wah setuju banget kalo gitu”
Kupercepat makanku, selesai makan langsung aku pergi ke depan Tv lalu membuka video game.
Aku : “Kak, aku main dulu yahh”
Rini : “Iya dek, kakak cuci piring dulu ya, kamu bisa nyalain video game nya kan?”
Aku : “Iya kak bisa”
Saat aku mau nyalakan Tv tiba-tiba listrike mati. Sial umpatku dalam hati.
Aku : “Kak mati listrik ya?”
Rini : “Ga tau dek, biar kakak cek dulu”
Kak Rini pun langsung melihat meteran listrik ternyata benar listriknya mati.
Rini : “Iya dek mati listriknya…yeaaah kamu ga jadi ngegame donk”
Aku : “Payah”
Rini : “Ya udah sabar aja mungkin bentar lagi nyala”

Aku pun lantas kembali ke lantai atas untuk tidur lagi dengan muka kecewa. Kemudian kak Rini menghampiriku. Dia membujukku agar aku mau menemaninya ngobrol. Aku yang sudah terlanjur kecewa memilih untuk tidur. Tak lama kemudian bibi dan orangtuaku datang dari jalan-jalan. Akupun langsung turun menemui mereka.
Singkat cerita hari sudah menjelang malam kami semua bersiap untuk makan malam. Kak Rini dipanggil disuruh untuk menyiapkan makanannya. Seturunnya kak Rini dari lantai atas dia melirikku seakan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Selesai makan kami ngobrol di ruang tamu, lalu ayahku menyuruh kak Rini untuk mengajariku bahasa inggris karena kak Rini sangat pandai bahasa inggris.

Awalnya aku menolaknya karena bosanlah belajar terus pikirku. Tapi mengingat ada sesuatu yang kayaknya akan disampaikan kak Rini ke aku akhirnya aku bersedia. Kami belajar di kamar kak Rini, kami belajar tanpa ada obrolan yang lain apalagi kak Rini tidak menunjukan akan berbicara sesuatu padaku. Kog kak Rini jadi aneh ya sama aku kataku dalam hati, tapi ah bodo amat pikirku.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku meminta kak Rini untuk menyudahi belajarnya.
Aku : “Belajarnya udahan ya kak, aku mau ngegame nih tadi siang kan mati lampu lagian besuk aku juga udah ke rumah nenek ga bisa ngegame lagi.

Rini : “Ya udah sana kakak juga mau mandi dulu”
Aku : “Makasih kak” sambil berlalu menuju ruang keluarga.
Saking asyiknya ngegame ternyata sudah jam 11 malam, yang lain udah pada tidur sementara aku masih asyik sama video gameku. Lagi asyik-asyiknya main tiba-tiba kak Rini keluar dari kamarnya dia berjalan menuju dapar. Kusempatin untuk melirik kak Rini yang hanya pake daster pendek. Terlihat sangat seksi sekali. Kak Rini memasak mie instan kelihatannya dia kelaparan. tapi aku pura-pura tek mempedulikannya.
Selang beberapa menit kak Rini datang menghampiriku sambil membawa 2 mangkok mie instan yang dibuatnya tadi dan percakapan pun dimulai,
Rini : “Nih dek, kakak buatin mie pasti kamu laper kan dari tadi ngegame aja”
Aku : “Makasih kak”
Rini : “Kamu kog belum ngantuk sih dek”
Aku : “Iya kak kan tadi siang aku tidur terus jadi jam segini ya belum ngantuk”
Rini : “Tapi ingat waktu juga donk”
Aku : “Terus kakak sendiri kog belum tidur juga?”
Rini : “Hehehe sebenernya kakak habis liat film yang begituan”
Aku : “Film porno maksudnya?”
Rini : “Iya”

Aku pun terdiam sambil makan mie instan. Kebetulan saat itu kak Rini duduk dikursi sedang aku duduk lesehan. Duduk kak Rini agak ngangkang jadi tampak jelas di depan mataku isi selakangannya. Paha putih mulus dan ditumbuhi bulu-bulu halus, sampai mentok aku melihat yang membuatku penasaran. Nampak olehku kak Rini memakai CD berwarna hitam.
Pikiraku jadi kemana-mana membayangkan film porno yang pernah aku liat. Entah setan mana yang merasuki pikiranku.
Dan kemudian kak Rini menyadari kalo aku melirik kearah selakangnya lalu dia merapatkan duduknya.

Rini : “Makannya udah, sini mangkuknya biar kakak cuci sekalian”
Aku : “Su…sudah kak” (jawabku gagap karena malu ketahuan mengintip isi selakangannya)
Lalu aku mematikan video gamenya dan langsung menuju ruang tamu. Aku berniat untuk tidur di ruang tamu yang sepi sambil membayangkan isi selakangannya kak Rini. Tapi kemudian kak Rini menghampiriku.
Rini : “Kog tidur disini dek?”
Aku : “Iya kak disini adem”
Rini : “Oya kakak mau nunjukin kamu sesuatu tunggu sebentar ya”
(Aku jadi penasaran) tak lama kemudian kak Rini kembali ke ruang tamu.
Rini : “Ni dek coba kamu liat.
Aku : “Kog ditunjukin sama aku kak” (kak Rini menunjukan foto gambar orang berpasangan sedang ciuman mesra)
Rini : “Kamu udah pernah ciuman belum? oya kamu udah punya pacar?”
Aku : “pacar sih punya kak tapi belum pernah ciuman, ga berani takut digampar…hahaha…emang kakak udah pernah?”
Rini : “Udah tapi udah lama banget waktu itu sama pacarku tapi sekarang kakak lagi jomblo 5 bulan dek jadi ga pernah ciuman lagi”
Aku : “Emang pacaran harus ciuman ya kak?”
Rini : “Ga harus sih tapi cwe itu seneng kalo cium sama pacarnya”
Aku : “Masak sih kak, jadi aku harus nyium cweku gitu?”
Rini : “Iya donk biar dia seneng, tapi kamu udah tau caranya belum?”
Aku : “Belum kak, kan belum pernah”
Rini : “Mau kakak ajarin?”
Aku : “Ga ah masa sih diajarin sama kakak sendiri ga enaklah entar kalo ketahuan ortu bisa gawat”
Rini : “Halah kamu sok jual mahal dek padahal kakak tau kalo kamu pengen banget lagian tadi kamu ngintipin paha kakak kan?”
Aku : “Hehhe…iya maaf kak”
Rini : “Udah gapapa, gimana nih mau ga kakak ajarin”
Aku : “Iya deh”

Kak Rini langsung mendekatkan wajahnya dan menciumi bibirku. Perlahan-lahan dia membuka sedikit bibirnya membiarkan mulutku masuk ke dalam mulutnya lalu dia menjulurkan lidahnya memainkan lidahku. Spontan kupegang kepala kak Rini lalu kulumat habis mulut dan lidahnya sehingga mulut kami saling berpaut. Cukup lama kita berciuman, kak Rini memelukku membiarkan dadanya tersentuh tubuhku.

Baca juga : Percintaan Dengan Istri Teman Lama Ku ♥

Kemudian kubaringkan tubuh kak Rini di sofa, aku mulai meremas kedua toketnya ternyata kak Rini membiarkan toketnya kuremas-remas. Aksiku kulanjutkan dengan menarik keatas dasternya dan melepaskan BHnya. Baru kali ini aku melihat langsung toket dan puting biasanya aku hanya melihat di layar kaca. Kudengar nafas kak Rini sudah mulai tak beraturan, lalu aku memberanikan diri untuk menghisap putingnya secara bergantian. Nafas kak Rini pun semakijn tak beraturan. Kucoba melumat kemabli bibirnya, sambil kuraba memeknya yang ternyata sudah sangat basah. Ditariknya kembali tanganku, lalu menyodorkan kembali putingnya untuk kuhisap.

Rini : “Aaaahhh..pelan-pelan dek…”
Kak Rini mendesah sambil tanganya meraba kontolku yang sudah menegang dari luar celana. Menyadari aku udah ngaceng kemudian kak Rini mengajakku untuk ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi kak Rini langsung melucuti semua pakaianku, kemudian kak Rini berjongkok dan menjilati batang kontolku. Dilumatnya dan disedot-sedot kontolku dengan ganasnya. Mendapat perlakuan seperti itu aku hanya bisa mendesah mikmat.
Setelah selesai bermain dengan kontolku kemudian kak Rini berdiri membelakangiku dia mengambil posisi nungging.
Rini : “Ayo dek sodok memek kakak dari belakang”
Pinta kak Rini dengan wajah penuh nafsu. Aku yang juga udah ga tahan langsung saja mengarahkan kontolku ke lubang memeknya dari belakang. “Bleeesss…” seluruh batang kontolku tertelan di dalam lubang memek kak Rini.
Rini : “Aahhhh…sodok yang kenceng dek nikmat sekali dek kontolmu…aahhh…”
Tanpa menunggu diperintah lagi kemudian sodokanku semakin kupercepat, kak Rini mendesah tak beraturan.
Rini : “Ooohhh…ayo terus dek kakak mau keluaaarrr….”
Aku : “Tahan sebentar kak, kita keluar bareng yaaa…aahhh… keluarin dimana kak…”
Rini : “Diluar aja dek keluarin di mulut kakak aja….”

Sesaat kemudian tubuh kami mengejang dan bergetar. Kutarik keluar kontolku sedangkan kak Rini langsung berjongkok di depanku. Mengulum kepala kontolku sambil mengcocok batang kontolku…”Crooot…crooot…crooott” seluruh spermaku menyembur keluar di mulut dan di muka kak Rini, sebagian ada yang dia telan. Kak Rini membersihkan sisa spermaku dengan lidahnya.














Rabu, 04 Oktober 2017

Garansindo Gandeng PLN Cari SPBU Listrik

Garansindo Gandeng PLN Cari SPBU Listrik

Garansindo Gandeng PLN Cari SPBU Listrik

AGENPOKER.|Kita mendapat support dari PLN, jadi keraguan masyarakat akan infrastruktur, semoga dengan masuknya PLN diharapkan Gesits, movement," ujar CEO Garansindo, Muhammad Al Abdullah di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/11/2016)..

PLN sudah komit. Komit menyediakan energi listrik bukan hanya Gesit tapi memang untuk trial di Gesits," kata Memet.

Mengenai seperti apa proses atau mekanisme pengisian baterai saat ini masih didiskusikan dengan PLN. "Agar dapat mendapatkan value atau penambahan secara bisnis," tambah Memet.

PLN sebenarnya sudah membangun SPBU Listrik seperti di PLN Disjaya. SPBU ini dibangun beberapa waktu lalu setelah mobil listrik merebak

Gagahin Teman Ibuku Yang Sexy

Gagahin Teman Ibuku Yang Sexy 

Gagahin Teman Ibuku Yang Sexy

AGENPOKER. | Pada hari itu aku diminta mama untuk mengantar ke Solo, katanya ada acara reuni dengan teman-temannya di kota Solo. Dengan sepeda motor pemberian mama sebagai hadiah ulang tahun ke-17 juga sebagai hadiah aku diterima di salah satu SMA negeri bonafid di kabupaten, aku antar mama ke Solo, tepatnya di kota Palur.
Sesampainya di tujuan, sudah banyak teman mama yang hadir. Mereka datang berpasangan (mama sudah menjanda ketika aku duduk di kelas II SMP, papa tertanggap menghamili gadis tetangga). Semula aku kira mereka pasangan suami istri atau ibu dengan puteranya sepertiku, namun lama-lama aku menjadi sangsi. Bagaimana tidak, meskipun selisih usianya cukup jauh tapi mereka tampak begitu mesra. Bahkan ketika mama memperkenalkan aku kepada teman-temannya sebagai anaknya, mereka semua tidak percaya, malah-malah mereka bilang mama hebat dalam memilih pasangan.
Beberapa lelaki, yang semula aku anggap suami-suami mereka, banyak yang memberi semangat kepadaku. Menurut mereka, aku merupakan lelaki yang beruntung bisa mendapatkan cewe seperti mama, selain cantik, muda dan tidak pelit namun yang lebih penting duitnya banyak.
Sebenarnya aku malu, marah dan kesal. Bagaimana tidak marah, mereka tetap tidak percaya kalau aku anak mama yang sebenarnya. Namun demi melihat mama hanya tersenyum saja, aku tak menampakkan kesemuanya itu.
Dalam perjalanan pulang mama baru cerita semuanya kalau sebenarnya mereka bukan suami istri atau ibu dengan anak-anaknya, mereka merupakan pasangan idaman lain (PIL). Mama juga cerita mengapa tadi hanya tersenyum waktu mereka bilang aku pasangan mama dan hanya sedikit membela diri bahwa aku anaknya yang sebenarnya.
Menurut mama susah menjelaskan kepada mereka kalau aku anak mama yang sebenarnya, karena dihati mereka sudah lain.
Mama juga cerita kenapa mengajak aku untuk mengantar ke acara tersebut, selain aku libur juga mama akan susah menolak seandainya nanti lelaki (gigolo) yang mereka tawarkan kepada mama jadi datang. Selama ini sudah sering mama diolok-olok oleh mereka. Mama dikata sebagai janda muda yang cantik dan punya uang tapi kuper. Dan jadwal selanjutnya, tahun baru (siang) di yogyakarta, di rumah Tante Ina.
Dua minggu sejak pertemuan di Solo, Tahun Baru pun datang, 1 Januari 1989. Dengan sepeda motor yang sama aku antar mama ke rumah Tante Ina di yogyakarta. Sengaja untuk acara ini aku minta mama untuk membeli beberapa pakaian, aku tidak terlalu kalah gengsi dengan cowok-cowok mereka.
Sesampainya kami di di rumah Tante Ina, teman-teman mama sudah banyak yang datang lengkap dengan centheng-centhengnya. Ketika datang kami disambut dengan peluk dan cium mesra.
Rumah Tante Ina cukup besar dan luas, cukup untuk menampung lebih dari 30 orang. Acara dibuka dengan sambutan selamat datang dan selamat tahun baru dari tuan rumah, dilanjutkan dengan makan bersama dan seterusnya acara biasa “ngerumpi”.
Entah usul dari siapa, diruangan tengah menyetel VCD porno. Kata mereka biasa untuk menghangatkan suasana yang dingin karena musin hujan.
Bisa dibayangkan bagaiaman perasaanku, diusia ke-17 dikala tingkat birahi sedang tumbuh menyaksikan kesemuanya ini. Mamapun juga tampak kikuk terhadapku, terlebih ketika Tante Astuti dan pacarnya tampak asyik bercium mesra disampingku dengan tangannya yang gencar menjelajah dan suaranya yang cukup berisik.
Dan diantara kegelisahan itu, Tante Ina membisikkan kepada kami kalau mau boleh menggunakan kamar diatas. Sambil menyerahkan kunci dia ngeloyor pergi sama pacarnya. Aku dan mama hanya tersenyum, tapi ketika aku toleh di sekeliling sudah kosong, yang ada tinggal Tante Melani dan Tante Yayuk beserta pasangan mereka masing-masing, dimana pakaian yang mereka kenakan juga sudah kedodoran dan tidak lengkap lagi. Dengan rasa jengah mama mengajakku ke lantai atas.
Di lantai atas, di kamar yang disediakan untuk kami, tidak banyak yang dapat dilakukan. Kasur yang luas dan kain sprei yang berwarna putih polos hanya menambah gairah mudaku yang tak tersalurkan. Mama minta maaf, kata mama kegiatan semacam ini tidak biasanya diadakan waktu siang hari, dan baru kali ini mama ikut didalamnya (biasanya mama tidak hadir kalau acara malam hari). Sewaktu akan keluar kamar mama sengaja membuat rambutnya tampak awut-awutan (biar enggak ada yang curiga, katanya).
Waktu menunjukkan pukul 15.30 wib acara selesai. Pertemuan selanjutnya dikediaman Tante Astuti di Solo, bertepatan hari ulang tahun Tante Astuti yang ke-42. Sejak acara mendadak di rumah Tante Ina, selama dalam perjalanan pulang, mama tak banyak bicara. Kebekuan ini akhirnya cair waktu kami istirahat isi bensin.
Satu hal yang tak dapat kulupa dari mama, ketika akan keluar kamar atas tidak tampak penolakan mama waktu aku sekilas mencium pipi dan bibirnya serta waktu akan pamitan pulang mama juga tampak santai ketika tanganku sekilas meremas buah dadanya. Ketika aku tanyakan semua ini, mama hanya tersenyum dan mengatakan kalau aku mulai nakal.
Sehari menjelang pertemuan di rumah Tante Astuti mama tanya sama aku, mau datang apa enggak karena malam hari dan takut hal-hal seperti dirumah Tante Ina yang lalu akan terulang. Karena bertepatan hari ulang tahun Tante Astuti aku sarankan hadir, masalah yang lalu kalau memang harus terjadi yach itung-itung rejeki, kataku sambil berkelakar.
5 Februari 2013 di rumah Tante Astuti suasana hingar-bingar. Maklum Tante Astuti seorang janda sukses dengan seorang putera yang masih kecil. Dalam acara hari ini Tante Astuti sengaja mendekorasi rumahnya dengan suasana diskotik. Dentuman musik keras, asap rokok dan bau minuman beralkohol menyemarakkan hari ulang tahunnya.
Setelah memberikan ucapan selamat dan mencicipi makan malam acara dilanjutkan
dengan ajang melantai. Sebenarnya mama sudah berusaha untuk tidak beranjak dari tempat duduknya, namun permintaan Tante Susan agar mama bersedia berdansa dengan relasi Tante Susan jualah yang membuat mama bersedia bangkit. Tak tega aku melihat kekikukan mama apalagi relasi Tante Susan tampak berusaha untuk mencium mama, serta merta akupun berdiri dan permisi kepada relasi Tante Susan agar mama berdansa denganku.
Kujauhkan rasa sungkan, malu dan grogi. Kurengkuh pinggang mama sambil terus berdansa kuajak ke arah taman untuk istirahat minggir dari keramaian pesta. Dibangku taman bukan ketenangan yang kudapat, justru yang ada Tante Yani dan Tante Sri dengan pasangannya asyik bercumbu mesra.
Kepalang tanggung mau kembali ke pesta kasihan mama yang sudah cukup lelah selain tak enak sama mereka karena kalaupun kembali ke dalam harus melewati Tante Yani dan Tante Sri.
Akhirnya mama memutuskan kami tetap dibangku taman sambil menunggu pesta usai. Supaya Tante Yani dan Tante Sri tidak merasa jengah, mama memintaku untuk menciumnya. Awalnya hanya sekedar pipi dan sekilas bibir namun demi mendengar dengus nafsu Tante Yani, nafsu mudaku pun tak dapat kutahan.
Tak hanya kecupan, justru pagutan yang lebih dominan dan tanpa sadar entah kapan mulainya, tangan ini sudah bergerilya di dalam baju mama, memeras, memilin dan ….. hingga teriakan nafsu Tante Sri menyadarkan perbuatanku atas mama.
Bercampurlah rasa malu, bersalah dan entah …. pada diri ini, aku mengajak mama untuk segera pamit kepada tuan rumah meskipun Tante Astuti menyarankan kami menginap dirumahnya.
Sesampainya dirumah kutumpahkan rasa sesalku atas perbuatan tak senonohku pada mama. Lagi-lagi mama hanya tersenyum dan mengatakan tak apa-apa, wajar orang lupa dan khilaf apalagi suasana seperti di rumah Tante Yani yang serba bebas. Sambil iseng aku bertanya mengapa waktu itu mama tidak menolak. Kata mama supaya Tante Yani dan Tante Sri tak terganggu apalagi waktu itu aku tampak bernafsu sekali. Oleh mama aku tak perlu memikirkan yang sudah-sudah dan sambil beranjak tidur mama masih sempat mencium pipiku.
Namun bagaimana aku bisa tak perlu memikirkan yang sudah-sudah sementara nafsu sudah bersimaharajalela. Karena tetap tak bisa tidur, dengan terpaksa tengah malam (+ 02.00 wib) kubangunkan mama. Dikamar tengah kucumbu mama, kucium, kupagut dan tangan ini tak terhalang bergentayangan disekujur tubuh mama. Namun tangan ini akhirnya berhenti sebelum sampai pada tujuan akhir, tempat yang teramat khusus.
Pagi harinya tak tampak kemarahan pada wajah mama, sambil sarapan pagi mama malah berkata kalau aku mewarisi sifat-sifat papa yang nakal tanpa menegur kelakuanku tadi malam. Bahkan mama geleng-geleng kepala ketika aku pamit berangkat sekolah kucium bibirnya didepan pintu.
4 April 2015 genap sudah 18 tahun usiaku, hari itu terasa lama sekali menunggu sore. Hari itu aku menunggu-nunggu hadiah ulang tahun spesial yang telah dijanjikan mama. Dua hari yang lalu, aku ditanya mama ingin hadiah apa untuk merayakan hari ulang tahunku. Sudah cukup banyak hadiah ulang tahun yang aku punya seperti : motor atau komputer. Akhirnya aku katakan pada mama, kalau mama tidak keberatan aku mau mama.
Sekilas mama terdiam, ada perasaan tidak percaya atau tidak dapat menerima permintaanku. Aku dikira bercanda lagi dan mama bertanya seebnarnya aku mau hadiah apa, aku bilang pada mama kalau aku tidak bercanda kalau aku mau mama.
Dua hari mama terdiam, dua hari kami tidak bertegur sapa. Aku kira mama marah atas permintaanku terdahulu.
Pagi hari tadi setelah sarapan aku minta maaf pada mama atas permintaanku dua hari yang lalu dan sekaligus aku bermaksud menarik permintaanku.
Namun mama berkata lain, bahwa permintaanku dua hari yang lalu akan mama penuhi. Aku nanti malam diminta tidak mengundang teman-temanku dan aku juga diminta untuk mempersiapkan diri. Timbul dihatiku rasa senang, cemas, grogi, bahagia dan entah…. Spontan kucium mama, kucium pipinya, kucium bibirnya dan kucium matanya serta kupeluk erat.
Selepas pulang kerja tadi sore mama tidak keluar dari kamarnya. Baru tepat pukul 21.30 wib bersamaan dengan selesainya acara Dunia Dalam Berita di TVRI mama memanggilku untuk ke kamarnya.
Dengan gemuruh hati yang berdetak keras kuhampiri kamarnya dan kudapati mama di depan pintu dengan tubuhnya terbalut kain sprei. Sambil tersenyum manis mama mencium bibirku dan mulai melepas satu-persatu pakaian yang kukenakan. Tak kudapati wajah keterpaksaan pada mama, bahkan dengan serta merta tangan mama meraba dan mengelus dengan lembut ketika pakaian yang kukenakan tinggal celana dalam saja.
Dengan nafsu dan gairah yang menggelegak kuserang mama. Kucium, kupeluk, kucumbu dan dengan kekuatan prima kuakhiri perjakaku yang disambut mama dengan belitan yang memabukkan, yang menuntuk terus dan selalu terus, entah berapa kali malam itu birahi kutuntaskan.
Ada terbersit rasa bangga, puas dan plong ketika kutemukan mama tertidur pulas dengan bertelanjang dalam pelukanku. Kucium keningnya, namun ketika aku akan bangun mama menahanku dan dengan kelihaiannya mampu membangkitkan lagi gairah birahiku. Dan pagi hari itupun menjadi pagi yang teramat indah. Sebelum aku meninggalkan kamarnya mama mencium pipi dan bibirku sekilas sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.
Entah mengapa dengan mama aku bisa begitu bergairah, semenjak kejadian di rumah Tante Yani di Yogyakarta yang lalu setiap memandang mama selalu timbul birahiku. Di sekolah tak kurang gadis sebaya yang lebih cantik yang tak menolak aku pacari, namun justru dengan mama birahiku timbul. Tapi harus diakui meskipun mama sudah cukup umur namun memang masih cantik, putih, tinggi, sintal, supel, luwes, berisi dan
Semenjak itu, hampir tiada batas penghalang antara aku dan mama. Dimana tempat dan dimana waktu, kalau aku mau mama selalu memenuhi.
Dengan mama birahiku tak padam-padam. Setiap acara teman-teman mama selalu menjadi acara luar kota yang sangat mengasyikan dan menjadi acara favorit yang selalu aku tunggu-tunggu.
Sungguh permainan ranjang mama menjadi suatu candu hidupku, sore hari, sebelum tidur, sebelum belajar bahkan sebelum berangkat sekolah pun mama selalu siap. Dengan lemah-lembut, keayuan, kepasrahan, dan naluri keibuannya mama memenuhi hasratku sebagai lelaki.
Hingga kini, ketika istriku tengah mengandung anakku yang ketiga, dimana istri sedang tidak laik pakai, kembali mama sebagai penyelamat saluran nafsuku dan entah sampai kapan lagi kami masih harus begini.

Seorang Gadis Depresi Tabrakan diri Ke Kereta Api

Seorang Gadis Depresi Tabrakan diri Ke Kereta Api

Seorang Gadis Depresi Tabrakan diri Ke Kereta Api

AGENPOKER
.|Salah seorang saksi mata Irfan Syahroni menuturkan, sekitar pukul 10.00 WIB korban terlihat sedang berjalan sambil menangis menyusuri rel dari arah Pabuaran menuju arah Nambo.

Seorang wanita yang diduga mengalami depresi nekat bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api (KA) di perlintasan Citatah, Kelurahan Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu siang.

Korban berinisial DH (19) itu tewas terlindas KA jurusan Citayam-Nambo yang datang dari arah Cibinong menuju Gunungputri.

Tak lama kemudian muncul kereta dari arah Citayam menuju Nambo. Bukannya menghindar, korban justru malah menengok ke belakang dan mengambil posisi telentang tepat di tengah-tengah rel. Saat itu juga korban langsung terlindas kereta

Saya sudah meneriakinya dan masinisnya juga beberapa kali bunyiin klakson, tapi tidak digubris," jelas Irfan.

Kapolsek Cibinong Kompol Hida Tjahyono mengatakan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan beberapa barang milik korban seperti ponsel, tas, dan sebuah dompet.

Identitasnya kami dapat setelah menelusuri dari HP korban. Kemudian kami mendapat alamat korban dan menghubungi teman satu kosannya di Citeureup

Selasa, 03 Oktober 2017

Denis Kancil, pembalap cilik meninggal saat coba motor di jalanan

Denis Kancil, pembalap cilik meninggal saat coba motor di jalanan

Denis Kancil, pembalap cilik meninggal saat coba motor di jalanan

AGENPOKER
.|Jika kamu penggemar balapan drag bike, nama Denis Kancil pasti sudah tak asing lagi di telingamu? 

Pemilik nama asli Denis Ramadhan disebut-sebut memiliki skill yang menggeber tunggangannya di lintasan aspal. Tak heran, melihat bakatnya yang ciamik ini Denis dipercaya bakal menjadi pembalap gemilang di masa depan.

Namun sayang, takdir berkata lain. Saat prestasi pembalap belia ini mulai naik, ajal justru menjemputnya saat setting alias mencoba motor pada Minggu (1/10) dini hari. Berita kepergiannya pun dengan cepat tersiar di media sosial. Banyak ungkapan duka cita dan doa dari netizen yang membanjiri akun media sosial Denis Kancil.

Salah satunya pengguna media sosial Facebook lewat Yuni Rusmini ikut mengabarkan berita duka itu. Dalam postingannya dijelaskan juga sebab meninggalnya Denis Kancil.
Denis kancil si joki balap cilik menabrak Mobil viar di jln ...saat di ajang balap bebas ( balap liar) di jln raya. sungguh di sayangkan. Denis harus berhenti sampai disini
Warganet banyak yang menyayangkan karier singkat Denis Kancil. Mereka menaruh harapan yang besar sekali.

Bercinta Dengan Tanteku Sendiri

Bercinta Dengan Tanteku Sendiri


Bercinta Dengan Tanteku Sendiri

AGENPOKER | Ketika itu saya baru berumur 12 tahun, sebagai anak tunggal. Sewaktu orang tua saya sedang pergi keluar negeri. Teman baik ibuku, Tante Susi, yang berumur 26 tahun, diminta oleh orang tuaku untuk tinggal di rumah menjagaiku.
Karena suaminya harus keluar kota, Tante Susi akan menginap di rumahku sendirian.
Tante Susi badannya agak tinggi, rambutnya dipotong pendek sebahu, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, pakaian dan gayanya seksi. Tentu saja saya sangat setuju sekali untuk ditemani oleh Tante Susi.
Biasanya, setiap ada kesempatan saya suka memainkan kemaluanku sendirian. Tapi belum pernah sampai keluar, waktu itu saya masih belum mengerti apa-apa, hanya karena rasanya nikmat. Mengambil kesempatan rumah lagi kosong dan Tante Susi juga belum datang. Setelah pulang sekolah, saya ke kamar tidurku sendirian memijit-mijit kemaluanku sembari menghayalkan tubuh Tante Susi yang seksi. Kubayangkan seperti yang pernah kulihat di majalah porno dari teman-temankuku di sekolah. Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa kusadari Tante Susi sudah tiba di rumahku dan tiba-tiba membuka pintu kamarku yang lupa kukunci.
Dia sedikit tercengang waktu melihatku berbaring diatas ranjang telanjang bulat, sembari memegangi kemaluanku yang berdiri. Aduh malunya setengah mati, ketangkap basah lagi mainin burung. Segera kututupi kemaluanku dengan bantal, wajahku putih pucat.
Melihatku ketakutan, Tante Susi hanya tersenyum dan berkata?Eh, kamu sudah pulang sekolah Asan., Tante juga baru saja datang? Saya tidak berani menjawabnya.
?Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anak-anak mainin burungnya sendiri?ujarnya. Saya tetap tidak berani berkutik dari tempat tidur karena sangat malu.
Tante Susi lalu menambah, ?Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok?
Tidak apa-apa kan kalau Tante turut melihat permainanmu sembari melirik menggoda, dia kembali berkata Kalau kamu mau, Tante bisa tolongin kamu, Tante mengerti kok dengan permainanmu, Asan. tambahnya sembari mendekatiku.
Tapi kamu tidak boleh bilang siapa-siapa yah, ini akan menjadi rahasia kita berdua saja Saya tetap tidak dapat menjawab apa-apa, hanya mengangguk kecil walaupun saya tidak begitu mengerti apa maksudnya.
Tante Susi pergi ke kamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali ke kamarku. Lalu dia berlutut di hadapanku. Bantalku diangkat perlahan-lahan, dan saking takutnya kemaluanku segera mengecil dan segera kututupi dengan kedua telapak tanganku.
Kemari dong, kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan berhati-hati deh katanya sembari membujukku. Tanganku dibuka dan mata Tante Susi mulai turun ke bawah kearah selangkanganku dan memperhatikan kemaluanku yang mengecil dengan teliti. Dengan perlahan-lahan dia memegang kemaluanku dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil itu di kepala kemaluanku, senyumnya tidak pernah melepaskan wajahnya yang cantik.Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat kemaluanku, apa lagi memegangnya. Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat.
Jangan takut Asan., kamu rebahan saja ujarnya membujukku. Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, saya mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut. Tangannya sangat mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat kemaluanku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih nikmat dari sentuhan tanganku sendiri.
Lihat itu sudah mulai membesar kembali kemudian Tante Susi melumuri Baby Oil itu ke seluruh batang kemaluanku yang mulai menegang dan kedua bijinya. Kemudian Tante Susi mulai mengocok kemaluanku digenggamannya perlahan-lahan sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusap bijiku yang mulai panas membara.
Kemaluanku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Susi yang cantik. Perlahan Tante Susi mendekati mukanya kearah selangkanganku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus di paha dan di bijiku dengan halus. Saya hampir tidak bisa percaya, Tante Susi yang baru saja kukhayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara selangkanganku.
Setelah kira-kira lima menit kemudian, saya tidak dapat menahan rasa geli dari godaan jari-jari tangannya. Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja di ranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Susi yang licin dan berminyak. Belum pernah saya merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat ditengah-tengah selangkanganku.
Mendadak Tante Susi kembali berkata, Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah Saya tidak mengerti apa yang dia maksud. Dengan tiba-tiba Tante Susi mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala kemaluanku lalu menyusupinya perlahan ke dalam mulutnya.
Hampir saja saya melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, saya tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras ke dalam ranjang. Tangannya segera disusupkan ke bawah pinggulku dan mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang. Kemaluanku terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya. Kembali lidahnya menjilat kepala kemaluanku dengan halus, sembari menyedot ke dalam mulutnya. Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh kemaluanku. Mulut dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah. Lidahnya dipermainkan dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku. Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya tampak turun naik disepanjang kemaluanku, saya berasa geli setengah mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya.
Sekali-sekali Tante Susi juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitan-gigitan kecil. Dan perlahan turun ke bawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat. Saya hanya dapat berpegangan erat ke bantalku, sembari mencoba menahan rintihanku. Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang saya hendak menjerit. Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang, kepala saya mulai pening darikenikmatan yang berkonsentrasi tepat diantara selangkanganku.
Mendadak kurasa kemaluanku seperti akan meledak. Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang. Dengan seketika, kemaluanku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat ke muka dan ke rambut Tante Susi. Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya. Saya tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Saya merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar. Dengan napas yang terengah-engah, saya meminta maaf kepada Tante Susi atas kejadian tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya.
Tetapi Tante Susi hanya tersenyum lebar, dan berkata Tidak apa-apa kok, ini memang harus begini kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari kemaluanku sehingga bersih.
Tante suka kok, rasanya sedap tambahnya.
Dengan penuh pengertian Tante Susi menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali-sekali. Kemudian dengan penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan menciumku dengan lembut dikeningku.
Setelah semuanya mulai mereda, dengan malu-malu saya bertanya, Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?
Tante Susi menjawab ?Yah, kadang-kadang kita orang perempuan juga melakukan itu, tapi caranya agak berbeda? Dan Tante Susi berkata yang kalau saya mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja saya bilang yang saya mau menyaksikannya.
Kemudian jari-jari tangan Tante Susi yang lentik dengan perlahan mulai membuka kancing-kancing bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih. Waktu kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping. Kedua buah dadanya bergelayutan dan bergoyang dengan indah. Dengan halus Tante Susi memegang kedua tanganku dan meletakannya di atas buah dadanya. Rasanya empuk, kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras. Putingnya warna coklat tua dan agak besar. Tante Susi memintaku untuk menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apa-apa, saya pencet saja dengan kasar.
Tante Susi kembali tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya perlahan-lahan. Putingnya agak sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya. Tanganku mulai meraba tubuh Tante Susi yang putih bersih itu. Kulitnya terasa sangat halus dan panas membara dibawah telapak tanganku. Napasnya memburu setiap kusentuh bagian yang tertentu. Saya mulai mempelajari tempat-tempat yang disukainya.
Tidak lama kemudian Tante Susi memintaku untuk menciumi tubuhnya. Ketika saya mulai menghisap dan menjilat kedua buah dadanya, putingnya terasa mengeras di dalam mulutku. Napasnya semakin menderu-deru, membuat buah dadanya turun naik bergoyang dengan irama. Lidahku mulai menjilati seluruh buah dadanya sampai keduanya berkilat dengan air liurku mukanya tampak gemilang dengan penuh gairah. Bibirnya yang merah merekah digigit seperti sedang menahan sakit. Roknya yang seksi dan ketat mulai tersibak dan kedua lututnya mulai melebar perlahan. Pahanya yang putih seperti susu mulai terbuka menantang dengan gairah di hadapanku.
Tante Susi tidak berhenti mengelus dan memeluki tubuhku yang masih telanjang dengan kencang. Tangannya menuntun kepalaku ke bawah kearah perutnya. Semakin ke bawah ciumanku, semakin terbuka kedua pahanya, roknya tergulung ke atas. Saya mulai dapat melihat pangkal paha atasnya dan terlihat sedikit bulu yang hitam halus mengintip dari celah celana dalamnya. Mataku tidak dapat melepaskan pemandangan yang sangat indah itu.
Kemudian Tante Susi berdiri tegak di hadapanku dengan perlahan Tante Susi mulai membuka kancing roknya satu persatu dan membiarkan roknya terjatuh di lantai. Tante Susi berdiri di hadapanku seperti seorang putri khayalan dengan hanya memakai celana dalamnya yang putih, kecil, tipis dan seksi. Tangannya ditaruh di pingulnya yang putih dan tampak serasi dengan kedua buah dadanya diperagakannya di hadapanku. Pantatnya yang hanya sedikit tertutup dengan celana dalam seksi itu bercuat menungging ke belakang. Tidak kusangka yang seorang wanita dapat terlihat begitu indah dan menggiurkan. Saya sangat terpesona memandang wajah dan keindahan tubuhnya yang bercahaya dan penuh gairah.
Tante Susi menerangkan yang bagian tubuh bawahnya juga harus dimainkan. Sambil merebahkan dirinya di ranjangku, Tante Susi memintaku untuk menikmati bagiannya yang terlarang. Saya mulai meraba-raba pahanya yang putih dan celana dalamnya yang agak lembab dan bernoda. Pertama-tama tanganku agak bergemetar, basah dari keringat dingin, tetapi melihat Tante Susi sungguh-sungguh menikmati semua perbuatanku dan matanya juga mulai menutup sayu, napasnya semakin mengencang. Saya semakin berani dan lancang merabanya. Kadang-kadang jariku kususupkan ke dalam celana dalamnya menyentuh bulunya yang lembut. Celana dalamnya semakin membasah, noda di bawah celana dalamnya semakin membesar. Pingulnya terangkat tinggi dari atas ranjang. Kedua pahanya semakin melebar dan kemaluannya tercetak jelas dari celana dalamnya yang sangat tipis itu.
Setelah beberapa lama, Tante Susi dengan merintih memintaku untuk membuka celana dalamnya. Pinggulnya diangkat sedikit supaya saya dapat menurunkan celana dalamnya ke bawah. Tante Susi berbaring di atas ranjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Disitu untuk pertama kali saya dapat menyaksikan kemaluan seorang wanita dari jarak yang dekat dan bukan hanya dari majalah. Bulu-bulu di atas kemaluannya itu tampak hitam lembut, tumbuh dengan halus dan rapi dicukur, sekitar kemaluannya telah dicukur hingga bersih membuat lekuk kemaluannya tampak dari depan.
Tante Susi membuka selangkangannya dengan lebar dan menyodorkan kewanitaannya kepadaku tanpa sedikit rasa malu. Sembari bangkit duduk di tepi ranjang, Tante Susi memintaku untuk berjongkok diantara kedua pahanya untuk memperhatikan vagina nya dari jarak dekat. Dengan penuh gairah kedua jarinya mengungkap bibir kemaluannya yang rada tebal dan kehitam-hitaman dan memperagakan kepadaku lubang vaginanya yang basah dan berwarna merah muda.
Dengan nada yang ramah, Tante Susi menggunakan jari tangannya sendiri dengan halus, menerangkan kepadaku satu persatu seluruh bagian tubuh bawahnya. Tempat-tempat dan cara-caranya untuk menyenangkan seorang wanita. Kemudian Tante Susi mulai menggunakan jari tanganku untuk diraba-rabakan kebagian tubuh bawahnya. Rasanya sangat hangat, lengket dan basah. Clitorisnya semakin membesar ketika saya menyentuhnya. Aroma dari vaginanya mulai memenuhi udara di kamarku, aromanya menyenangkan dan berbau bersih. Dari dalam lubang vaginanya perlahan-lahan keluar cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua permukaan lubang vaginanya. Mengingat apa yang dia sudah lakukan dengan air maniku, saya kembali bertanya ?Boleh nggak saya mencicipi air mani Tante??Tante Susi hanya mengangguk kecil dan tersenyum.
Perlahan saya mulai menjilati pahanya yang putih dan sekitar lubang vagina Tante Susi yang merah dan lembut. Cairannya mulai mengalir keluar dengan deras ke selangkangannya. Lidahku menangkap tetesan itu dan mengikuti aliran cairan itu sampai balik ke asal lubangnya. Rasanya agak keasinan dengan berbau sangat khas, tidak seperti kata orang, cairan Tante Susi sangat bersih dan tidak berbau amis. Begitu pertama saya mencicipi alat kelamin Tante Susi, saya tahu yang saya dapat menjilatinya terus-menerus, karena saya sangat menyukai rasanya. Tante Susi mendadak menjerit kecil ketika lidahku menyentuh clitorisnya. Saya tersentak takut karena mungkin saya telah membuatnya sakit. Tetapi Tante Susi kembali menjelaskan bahwa itu hal biasa kalau seseorang mengerang waktu merasa nikmat.
Semakin lama, saya semakin berani untuk menjilati dan menghisapi semua lubang vagina dan clitorisnya. Pinggulnya diangkat naik tinggi. Tangannya tidak berhenti memeras buah dadanya sendiri, cengkramannya semakin menguat. Napasnya sudah tidak beraturan lagi. Kepalanya terbanting ke kanan dan ke kiri. Pinggul dan pahanya kadang-kadang mengejang kuat, berputar dengan liar. Kepalaku terkadang tergoncang keras oleh dorongan dari kedua pahanya. Tangannya mulai menjambak rambutku dan menekan kepalaku erat kearah selangkangannya.
Dari bibirnya yang mungil itu keluar desah dan rintihan memanggil namaku, seperti irama di telingaku. Keringatnya mulai keluar dari setiap pori-pori tubuhnya membuat kulitnya tampak bergemilang di bawah cahaya lampu. Matanya sudah tidak memandangku lagi, tapi tertutup rapat oleh bulu mata yang panjang dan lentik. Sembari merintih Tante Susi memintaku untuk menyodok-nyodokkan lidahku ke dalam lubang vaginanya dan mempercepat iramaku. Seluruh mukaku basah tertutup oleh cairan yang bergairah itu.
Kemudian Tante Susi memintaku untuk berbalik supaya dia juga dapat menghisap kemaluanku bersamaan. Setelah melumuri kedua buah dadanya yang busung itu dengan Baby Oil, Tante Susi menggosok-gosokkan dan menghimpit kemaluanku yang sudah keras kembali diantara buah dadanya, dan menghisapinya bergantian. Kemudian Tante Susi memintaku untuk lebih berkonsentrasi di clitorisnya dan menyarankanku untuk memasuki jariku ke lubang vaginanya. Dengan penuh gairah saya pertama kalinya merasakan bahwa kelamin wanita itu dapat berasa begitu panas dan basah. Otot vaginanya yang terlatih terasa memijiti jari tanganku perlahan. Bibir dan lubang vaginanya tampak merekah, berkilat dan semakin memerah.
Clitorisnya bercahaya dan membesar seperti ingin meledak. Setelah tidak beberapa lama, Tante Susi memintaku untuk memasukkan satu jariku ke dalam lubang pantatnya yang ketat. Dengan bersamaan, Tante Susi juga masukkan satu jarinya pula ke dalam lubang pantatku. Tangannya dipercepat mengocok kemaluanku. Pahanya mendekap kepalaku dengan keras.
Pinggulnya mengejang keras. Terasa dilidahku urat-urat sekitar dinding vaginanya berkontraksi keras ketika dia keluar. Saya menjerit keras bersama-sama Tante Susi sembari memeluknya dengan erat, kita berdua keluar hampir bersamaan. Kali ini Tante Susi menghisap habis semua air maniku dan terus menghisapi kemaluanku sampai kering.
Setelah itu kita berbaring telanjang terengah mengambil napas. Badannya yang berkeringat dan melemah, terasa sangat hangat memeluki tubuhku dari belakang, tangannya tetap menghangati dan mengenggam kemaluanku yang mengecil. Aroma dari yang baru saja kita lakukan masih tetap memenuhi udara kamarku.
Wajahnya tampak gemilang bercahaya menunjukan kepuasan, senyumnya kembali menghiasi wajahnya yang terlihat lelah. Lalu kita jatuh tertidur berduaan dengan angin yang sejuk meniup dari jendela yang terbuka. Setelah bangun tidur, kita mandi bersama. Waktu berpakaian Tante Susi mencium bibirku dengan lembut dan berjanji yang nanti malam dia akan mengajari bagaimana caranya bila kejantananku dimasukkan ke dalam kewanitaannya.
Sejak hari itu, selama satu minggu penuh, setiap malam saya tidur di kamar tamu bersama Tante Susi dan mendapat pelajaran yang baru setiap malam. Tetapi setelah kejadian itu, kita tidak pernah mendapat kesempatan kembali untuk melanjutkan hubungan kami. Hanya ada peristiwa sekali, waktu orangtuaku mengadakan pesta di rumah, Tante Susi datang bersama suaminya. Di dapur, waktu tidak ada orang lain yang melihat, Tante Susi mencium pipiku sembari meraba kemaluanku, tersenyum dan berbisik ?Jangan lupa dengan rahasia kita Asan.?
Dua bulan kemudian Tante Susi pindah ke kota lain bersama suaminya. Sampai hari ini saya tidak akan dapat melupakan satu minggu yang terbaik itu di dalam sejarah hidupku. Dan saya merasa sangat beruntung untuk mendapat seseorang yang dapat mengajariku bersetubuh dengan cara yang sangat sabar, sangat profesional dan semanis Tante Susi.